Do’a dari Gangguan Setan

reddevilBagaimanakah misalnya kalau Anda sedang diganggu oleh setan? Atau diganggu oleh makhluk-makhluk yang tidak anda deskripsikan? Ketika mereka mengganggu keluarga Anda dan Anda tak tahu bagaimana cara menangkal mereka? Bisa jadi ada orang yang hasad, hasut dan ingin agar kita celaka kemudian memakai jasa tukang dukun untuk berbuat jahat dengan sihir-sihir mereka. Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita cara untuk melawan mereka dengan sebuah do’a.

Dari Abut-Tayyah dia berkata, “Aku bertanya kepada Abdurrahman bin Hunaisy, “Apakah engkau pernah mengetahui Nabi?”

Jawabnya, “Ya”

Aku bertanya, “Apa yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam tatkala hendak diperdaya oleh setan-setan?”

“Pada malam itu setan-setan mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perkampungan dan bukit-bukit, dan di antara mereka ada seorang setan yang membawa api yang berkobar-kobar, yang hendak digunakan untuk menyulut wajah nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Jibril turun kepada beliau seraya berkata, “Hai Muhammad, ucapkanlah!” Beliau bertanya, “Apa yang harus aku ucapkan?”

Jibril berkata, “Ucapkanlah”

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِيْ لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَبَرَأَ وَذَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ

artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan diterobos oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikanNya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar daripadanya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih”

[HR. Ahmad 3/419 dengan sanad yang shahih, Ibnus Sunni no. 637, lihat pula Majma’uz Zawa’id 10/127 dan Takhrijuth Thahawiyah lil Arnauth 133. Hishnul Muslim hadits no. 247]

[Abu Aisyah, Perum Bandara Santika, Asrikaton, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang]

Leave a Reply